Kebakaran Hanguskan Dua Ruang Kelas Sekolah Rakyat di Bagan Pete, Jambi, Tujuh Unit Damkar Dikerahkan

0
IMG-20260709-WA0012(1)

JAMBI – Kebakaran melanda Sekolah Rakyat milik pemerintah yang berada di Jalan Pajero RT 11, Kelurahan Bagan Pete, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Senin (6/7/2026) sore. Insiden tersebut menghanguskan dua ruang kelas tingkat SMP beserta sejumlah perlengkapan sekolah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, sementara nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB. Seorang pekerja bangunan, Eko Purwanto (35), yang sedang bekerja di lantai dua melihat kepulan asap hitam berasal dari salah satu ruang kelas.

Saat turun untuk memastikan sumber asap, Eko mendapati api telah membakar kasur busa yang berada di ruang penyimpanan perlengkapan sekolah. Kobaran api kemudian dengan cepat merambat ke berbagai barang lain, di antaranya kursi, pintu, lemari, serta perlengkapan yang disiapkan untuk kebutuhan asrama siswa.

Eko bersama rekan kerja dan warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran membuat api terus membesar hingga akhirnya warga menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi.

Petugas pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB dengan mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran. Setelah melakukan upaya pemadaman secara intensif, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.45 WIB.

Proses kemudian dilanjutkan dengan pendinginan selama kurang lebih 30 menit guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Akibat insiden tersebut, dua ruang kelas SMP beserta seluruh perlengkapan di dalamnya mengalami kerusakan berat akibat terbakar.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Sementara itu, nilai kerugian material juga masih dihitung oleh pihak terkait.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi menyampaikan bahwa proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap fasilitas penyimpanan barang di lingkungan sekolah, termasuk pemeriksaan instalasi listrik dan kesiapan sistem proteksi kebakaran agar kejadian serupa tidak terulang.

Pihak sekolah bersama pemerintah daerah kini tengah melakukan pendataan kerusakan sekaligus menyiapkan langkah perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secepat mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *