Rizkan Al Mubarok: Merah Putih Terus Berkibar, Persatuan Bangsa Harus Menjadi Kekuatan Indonesia

0
IMG-20260817-WA0003(1)

JAKARTA — Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya, Rizkan Al Mubarok, mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjadikan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai kesempatan untuk kembali memperkuat persatuan, menjaga semangat kebangsaan, dan menghormati jasa para pahlawan.

Menurut Rizkan, Bendera Merah Putih bukan sekadar simbol kenegaraan yang dikibarkan setiap peringatan kemerdekaan. Merah Putih merupakan lambang perjuangan, persatuan, kedaulatan, serta identitas bangsa yang diwariskan melalui pengorbanan para pejuang kemerdekaan.

“Merah Putih teruslah berkibar. Kau adalah bendera kebanggaan kami, simbol persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ujar Rizkan.

Ia mengajak masyarakat di seluruh pelosok negeri untuk mengibarkan Merah Putih dengan penuh kebanggaan. Menurutnya, setiap kibaran bendera menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang yang melibatkan pengorbanan luar biasa dari para pendahulu bangsa.

Rizkan memberikan penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan harta, tenaga, pikiran, hingga nyawa untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan.

“Salam hormat untuk para pejuang kemerdekaan yang telah banyak berkorban, dari harta hingga nyawa, untuk memerdekakan Republik Indonesia dari belenggu penjajahan. Jasa kalian akan selalu kami kenang seumur hayat,” katanya.

Rizkan menilai generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat perjuangan tersebut dalam bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurutnya, perjuangan pada masa kini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui kerja nyata, menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, menghormati hukum, membangun masyarakat, serta memastikan kebebasan pers dan penyampaian aspirasi publik tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa.

Sebagai bagian dari insan pers, Rizkan juga menekankan pentingnya pers menjalankan fungsi sosialnya secara profesional, independen, berimbang, dan bertanggung jawab. Pers, menurutnya, harus mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjadi bagian dari kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.

“Pers harus tetap menjadi suara masyarakat, menyampaikan fakta dengan bertanggung jawab, dan ikut menjaga kepentingan bangsa tanpa kehilangan sikap kritisnya,” ujarnya.

Rizkan berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Momentum 17 Agustus, kata dia, harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan membawa tanggung jawab bersama untuk menjaga Indonesia tetap utuh dan terus bergerak menuju kesejahteraan.

Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Merah Putih sebagai simbol persatuan di tengah keberagaman Indonesia.

“Selama Merah Putih berkibar, selama itu pula semangat perjuangan para pahlawan harus tetap hidup dalam hati kita. Mari kita jaga Indonesia bersama-sama,” tutur Rizkan.

Pesan tersebut menjadi bagian dari komitmen Rizkan dalam mendorong semangat kebangsaan sekaligus memperkuat peran insan pers dalam kehidupan masyarakat.

Baginya, menghormati pahlawan bukan hanya dengan mengenang nama mereka, tetapi juga dengan meneruskan nilai perjuangan melalui kerja, pengabdian, keberanian menyampaikan kebenaran, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.

Merah Putih pun diharapkan tidak hanya menjadi simbol yang berkibar di halaman rumah dan gedung pemerintahan, tetapi juga menjadi simbol persatuan yang menyatukan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *