Sekolah Rakyat Jaring 700 Anak Jalanan di Jakarta, Pemerintah Targetkan Tambah 1.000 Siswa Baru

0
IMG-20260705-WA0022

JAKARTA – Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah terus diperluas untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hingga awal Juli 2026, lebih dari 700 anak jalanan di Jakarta telah terdata sebagai calon peserta didik dan kini memasuki tahap verifikasi sebelum mengikuti tahun ajaran baru.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Kementerian Sosial bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan proses validasi data guna memastikan seluruh calon siswa memenuhi kriteria penerima manfaat.

“Sudah ada, kita menjangkau lebih dari 700 anak. Sekarang datanya sedang diverifikasi, divalidasi, didatangi ke rumahnya, kemudian dikoordinasikan dengan RT/RW dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Gus Ipul di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).

Menurut Kementerian Sosial, proses verifikasi dilakukan melalui kunjungan langsung ke tempat tinggal calon peserta didik serta koordinasi dengan perangkat lingkungan agar bantuan pendidikan benar-benar menyasar anak-anak yang membutuhkan.

Pemerintah juga menargetkan penambahan sekitar 1.000 siswa baru khusus untuk wilayah DKI Jakarta pada tahun ini. Kebijakan tersebut mempertimbangkan tingginya jumlah penduduk serta masih banyaknya anak putus sekolah di ibu kota.

Secara nasional, pemerintah mencatat jumlah anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan mencapai sekitar 4 juta orang. Sebagian di antaranya berada di DKI Jakarta yang memiliki tingkat kepadatan penduduk dan ketimpangan ekonomi relatif tinggi dibandingkan banyak daerah lainnya.

Berbeda dengan daerah lain yang rata-rata memiliki kapasitas sekitar 270 siswa setiap tahun, Jakarta memperoleh tambahan kuota yang lebih besar agar lebih banyak anak jalanan dan anak putus sekolah dapat kembali mengakses pendidikan.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap perluasan Program Sekolah Rakyat. Menurutnya, penambahan kuota menjadi langkah yang relevan mengingat jumlah penduduk Jakarta telah melampaui 11 juta jiwa.

Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan lokasi pembangunan kompleks Sekolah Rakyat baru. Sejumlah kawasan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat menjadi alternatif lokasi karena dinilai memiliki potensi lahan yang sesuai.

Pemerintah memperkirakan setiap kompleks Sekolah Rakyat membutuhkan lahan seluas sekitar 5 hingga 8 hektare. Saat ini Jakarta baru memiliki satu gedung permanen, sehingga pembangunan fasilitas tambahan dinilai penting untuk memenuhi target penerimaan siswa.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu solusi dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, anak putus sekolah, serta anak jalanan. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, program tersebut juga diharapkan mampu membantu memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah menegaskan keberhasilan program ini memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan agar semakin banyak anak Indonesia memperoleh hak atas pendidikan yang layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *