Pidato Presiden Prabowo di Hari Bhayangkara ke-80: Hukum Harus Menjadi Pelindung Rakyat, Tak Ada yang Kebal Hukum

0
IMG-20260703-WA0118

RAKYAT BERDAULAT – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato penuh penegasan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu (1/7/2026). Di hadapan ribuan personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), pejabat negara, serta tamu undangan, Presiden menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil, profesional, dan berpihak kepada seluruh rakyat Indonesia.

Atas nama Pemerintah Republik Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia, Presiden menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri yang bertugas di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Presiden, tema “Polri untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan, melainkan menjadi arah pengabdian dan kompas moral bagi setiap insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, dan penegak hukum.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan global yang menuntut stabilitas nasional, kepastian hukum, serta kepercayaan publik terhadap seluruh institusi negara.

“Tidak mungkin ada kemakmuran tanpa stabilitas. Tidak mungkin ada pembangunan tanpa keamanan. Dan tidak mungkin ada negara yang kuat tanpa aparat negara yang dipercaya rakyat,” tegas Presiden.

Dalam pidatonya, Presiden juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara hukum sehingga seluruh aparat penegak hukum harus memastikan hukum benar-benar menjadi pelindung masyarakat.

“Hukum harus menjadi pelindung rakyat. Hukum harus memberikan rasa aman. Hukum harus menjadi tempat berlindung bagi mereka yang mencari keadilan,” ujar Presiden.

Ia menegaskan bahwa hukum tidak boleh tajam terhadap masyarakat kecil namun tumpul terhadap pihak yang memiliki kekuasaan maupun kekuatan ekonomi.

“Tidak boleh ada siapa pun yang kebal hukum. Hukum tidak boleh menjadi alat kepentingan siapa pun. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum,” katanya.

Presiden juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama bagi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban.

Karena itu, seluruh jajaran kepolisian diminta terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam setiap penegakan hukum.

Selain itu, Presiden menekankan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan nasional. Sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, dan seluruh elemen bangsa dinilai menjadi kunci menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Menutup pidatonya, Presiden mengajak seluruh anggota Polri untuk menjaga kehormatan institusi dan terus mengabdi kepada bangsa dengan penuh dedikasi.

“Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-80. Teruslah menjadi Polri untuk Masyarakat, menjaga kepercayaan rakyat, menegakkan hukum secara adil, dan mengawal Indonesia menuju masa depan yang aman, maju, dan sejahtera,” tutup Presiden.

Pidato Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80 menjadi penegasan bahwa penegakan hukum yang adil, profesional, dan berintegritas merupakan fondasi utama dalam mewujudkan negara yang kuat serta memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *