Monyet Putih Langka di Filipina Diduga Mengalami Leukisme, Bukan Albino, Kini Dijaga Ketat
MANILA – Seekor monyet berwarna putih yang sangat langka menjadi perhatian para peneliti dan masyarakat Filipina setelah foto serta videonya viral di media sosial. Satwa tersebut ditemukan di wilayah Sultan Kudarat, Pulau Mindanao, dan diyakini merupakan makaka ekor panjang Filipina (Macaca fascicularis philippensis).
Kemunculan monyet dengan warna tubuh hampir seluruhnya putih ini menarik perhatian karena sangat jarang ditemukan di alam liar. Banyak warganet awalnya mengira satwa tersebut mengalami albinisme. Namun, hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan yang berbeda.
Tim dari Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina (DENR) menyebut monyet tersebut lebih mungkin mengalami leukisme, yakni kelainan genetik yang menyebabkan hilangnya sebagian besar pigmen pada bulu atau kulit tanpa memengaruhi warna mata.
Petugas menemukan bahwa iris mata monyet tersebut tetap berwarna cokelat, bukan merah muda atau kemerahan sebagaimana umumnya ditemukan pada hewan albino. Ciri tersebut menjadi salah satu indikator kuat bahwa satwa itu mengalami leukisme, meski diagnosis ilmiah lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan kondisinya.
Leukisme merupakan kelainan pigmentasi yang berbeda dengan albinisme. Pada albinisme, tubuh mengalami kekurangan melanin secara menyeluruh sehingga kulit, bulu, dan mata tampak sangat pucat atau kemerahan. Sementara pada leukisme, hilangnya pigmen hanya terjadi pada bulu atau kulit, sedangkan warna mata tetap normal.
Menurut keterangan warga setempat, monyet putih tersebut telah hidup bebas di kawasan hutan sejak sekitar tahun 2016 atau hampir sembilan tahun. Selama itu, satwa tersebut tetap hidup bersama kelompok makaka lainnya dan mampu beradaptasi dengan lingkungan alaminya meskipun memiliki warna tubuh yang mencolok.
Viralnya foto dan video monyet putih ini justru memunculkan kekhawatiran baru. Pihak berwenang menilai tingginya perhatian publik dapat meningkatkan risiko perburuan liar, penangkapan untuk dipelihara, maupun perdagangan satwa ilegal.
Sebagai langkah perlindungan, pemerintah daerah bersama DENR menutup akses ke lokasi tempat monyet tersebut sering terlihat. Posisi pasti habitatnya juga dirahasiakan untuk mencegah kedatangan pemburu maupun wisatawan yang berpotensi mengganggu kehidupan satwa tersebut.
Selain meningkatkan pengawasan, DENR juga menyiapkan program restorasi habitat melalui penanaman pohon serta penguatan kebijakan konservasi di kawasan tersebut. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelestarian populasi makaka sekaligus melindungi keanekaragaman hayati Filipina.
Keberadaan monyet putih ini menjadi pengingat bahwa satwa dengan penampilan unik tidak selalu merupakan albino. Perlindungan habitat, pengawasan terhadap perdagangan satwa liar, serta edukasi kepada masyarakat tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kelangsungan hidup satwa langka di alam liar.
