Banjir di China Lepaskan Ratusan Ular, Warga Diminta Waspada di Tengah Bencana

0
IMG-20260713-WA0011

GUANGXI – Banjir besar yang melanda Provinsi Guangxi, China, menyebabkan ratusan ular lepas dari sebuah peternakan di Desa Dengwei, Kota Hengzhou. Peristiwa ini menambah ancaman bagi warga yang sebelumnya telah terdampak banjir dan harus mengungsi dari rumah mereka.

Berdasarkan laporan otoritas setempat, sekitar 800 hingga 900 ekor ular diperkirakan kabur setelah kandang peternakan rusak diterjang banjir. Beberapa di antaranya dilaporkan merupakan spesies berbisa, termasuk ular kobra, serta king rat snake dan jenis ular lainnya.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan di wilayah terdampak. Warga diimbau menghindari area yang masih tergenang air, semak belukar, maupun lokasi yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.

Laporan setempat menyebutkan sedikitnya satu orang mengalami gigitan ular dan telah mendapatkan penanganan medis. Hingga kini, petugas masih melakukan penyisiran untuk menangkap ular-ular yang masih berkeliaran di sekitar permukiman.

Di sisi lain, banjir yang melanda Guangxi telah berdampak terhadap lebih dari 84.000 warga. Ribuan orang dievakuasi ke lokasi yang lebih aman, sementara pemerintah terus mengerahkan bantuan logistik, layanan kesehatan, dan personel penyelamat untuk membantu masyarakat terdampak.

Selain tim gabungan dari pemerintah, warga setempat juga ikut membantu pencarian ular menggunakan peralatan sederhana. Namun, proses penangkapan diperkirakan berlangsung cukup lama karena banyak wilayah masih tergenang air sehingga menyulitkan pencarian.

Otoritas mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular sendiri, terutama jika diduga merupakan spesies berbisa. Warga diminta segera melaporkan keberadaan ular kepada petugas agar dapat ditangani oleh tim yang memiliki peralatan dan keahlian khusus.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi risiko terhadap fasilitas yang memelihara satwa berbahaya di daerah rawan bencana. Penguatan sistem keamanan kandang dan penyusunan prosedur evakuasi satwa dinilai penting untuk mengurangi risiko serupa pada masa mendatang.

Sementara itu, pemerintah China masih terus melakukan penanganan banjir di sejumlah wilayah Guangxi, termasuk mempercepat evakuasi warga, pemulihan infrastruktur, dan upaya pencarian satwa yang lepas demi menjaga keselamatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *