Daun Ketapang Bangka Belitung Tembus Pasar Global, Barantin Dorong UMKM Go Ekspor ke Jepang hingga Eropa
Komoditas lokal asal Bangka Belitung semakin menunjukkan potensi di pasar internasional. Daun ketapang kering yang selama ini dikenal sebagai bagian dari sumber daya alam daerah kini berhasil menembus pasar ekspor Amerika Serikat, Inggris, Jerman, hingga Jepang.
Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung terus memperkuat pendampingan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memenuhi persyaratan ekspor dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Sekretaris Utama Barantin Shahandra Hanitiyo mengatakan peluang ekspor terbuka bagi semakin banyak UMKM selama pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan negara tujuan. Menurutnya, Barantin berupaya hadir sebagai mitra bagi pelaku usaha dalam memenuhi berbagai ketentuan yang diperlukan untuk kegiatan ekspor.
Layanan karantina yang cepat, mudah, dan terpercaya diharapkan dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong munculnya eksportir baru dari berbagai daerah di Indonesia.
Ekspor Daun Ketapang Babel Terus Menjangkau Pasar Internasional
Kepala Karantina Kepulauan Bangka Belitung Herwintarti menyampaikan bahwa berdasarkan data Best Trust, UMKM binaan Karantina Babel sepanjang 2025 berhasil mengekspor 665,14 kilogram daun ketapang ke Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.
Memasuki semester I 2026, realisasi ekspor komoditas tersebut telah mencapai 553,06 kilogram. Negara tujuan ekspor juga semakin berkembang dengan tambahan pasar Jepang, selain Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa produk berbasis sumber daya alam lokal memiliki peluang untuk masuk ke pasar global apabila didukung kualitas yang konsisten, pemenuhan persyaratan karantina, serta strategi pemasaran yang tepat.
Meskipun volume ekspor pada semester I 2026 tercatat mengalami penurunan sekitar 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, perkembangan pasar ekspor tetap dinilai memberikan prospek positif bagi UMKM di Bangka Belitung.
Daun Ketapang Punya Nilai Ekonomi untuk Industri Ikan Hias
Potensi daun ketapang di pasar internasional tidak terlepas dari pemanfaatannya dalam industri ikan hias. Daun ketapang kering banyak digunakan sebagai kondisioner air alami, terutama untuk pemeliharaan ikan seperti cupang, guppy, dan channa.
Pelaku UMKM sekaligus eksportir daun ketapang asal Bangka Belitung, Lukman Nuhung, menjelaskan bahwa produk yang dikirim ke pasar luar negeri merupakan daun ketapang kering yang telah melalui proses seleksi dan pengemasan sesuai permintaan pembeli.
Kandungan tanin pada daun ketapang menjadi salah satu alasan komoditas tersebut diminati pasar ikan hias. Tanin dikenal dapat membantu menciptakan kondisi air yang sesuai bagi sejumlah jenis ikan serta memiliki karakteristik yang mendukung perawatan ikan.
Permintaan dari komunitas penghobi ikan hias di berbagai negara turut membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM yang mampu mengolah dan menyiapkan daun ketapang dengan standar kualitas yang dibutuhkan pasar internasional.
Barantin Perkuat Edukasi UMKM untuk Menembus Pasar Ekspor
Upaya memperluas pasar ekspor daun ketapang juga dilakukan melalui edukasi dan berbagi pengalaman kepada pelaku usaha. Barantin menggelar Web Series Go Ekspor Barantin #1 bertajuk “Kupas Tuntas: Daun Ketapang Babel Terbang ke Mancanegara”.
Kegiatan daring tersebut diikuti pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Forum ini menghadirkan Atase Perdagangan RI di Jepang Merey Astrid Indriasari serta Lukman Nuhung sebagai narasumber untuk membahas peluang dan tantangan ekspor daun ketapang.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM mendapatkan gambaran mengenai potensi pasar, pemenuhan persyaratan negara tujuan, hingga pentingnya menjaga kualitas produk agar dapat mempertahankan kepercayaan pembeli internasional.
Herwintarti menilai capaian ekspor daun ketapang menjadi bukti bahwa komoditas yang berasal dari sumber daya lokal dapat memiliki daya saing tinggi apabila dikelola secara serius dan mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan.
Komoditas Lokal Babel Mulai Dilirik Pasar Dunia
Selain daun ketapang, sejumlah UMKM di Bangka Belitung juga mulai mengembangkan ekspor berbagai komoditas pertanian kering. Data Karantina Babel mencatat ekspor daun manggis kering mencapai 4.471 kilogram, sementara ekspor daun bambu kering ke Inggris tercatat sebanyak 122 kilogram.
Dalam waktu dekat, UMKM Babel juga dijadwalkan kembali melakukan ekspor daun ketapang ke Inggris. Perkembangan ini menunjukkan adanya peluang pasar yang semakin terbuka bagi komoditas nonkonvensional dari daerah.
Penguatan sinergi antara pemerintah, Barantin, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi penting untuk memastikan produk lokal dapat memenuhi standar pasar global.
Pendampingan tidak hanya diperlukan pada aspek karantina, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas produk, konsistensi pasokan, pengemasan, pemenuhan regulasi negara tujuan, serta penguatan kapasitas pelaku usaha.
Keberhasilan daun ketapang Bangka Belitung menembus pasar Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Jepang menjadi contoh bahwa komoditas lokal Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi produk ekspor bernilai ekonomi.
Dengan pendampingan yang konsisten dan kemampuan memenuhi standar internasional, semakin banyak UMKM di berbagai daerah diharapkan mampu mengikuti jejak eksportir daun ketapang Babel. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang terciptanya sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis komoditas lokal dan memperkuat posisi produk Indonesia di pasar global.
