Pemerintah Dorong Future-Ready Governance, Fondasi Kepercayaan dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

0
IMG-20260717-WA0071(1)

Pemerintah mendorong penguatan tata kelola yang siap menghadapi masa depan atau future-ready governance sebagai fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Ferry Irawan menyampaikan hal tersebut dalam acara Risk and Governance Summit 2026 di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, ketidakpastian global yang ditandai dengan meningkatnya ketegangan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, serta gangguan rantai pasok telah berkembang menjadi tantangan yang bersifat struktural. Kondisi tersebut menuntut pemerintah dan dunia usaha memiliki kemampuan lebih kuat dalam membaca risiko serta merespons perubahan secara cepat dan terukur.

Di tengah lanskap risiko global yang semakin kompleks dan saling terhubung, penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi fondasi penting untuk menjaga resiliensi perekonomian nasional.

Proyeksi Ekonomi Indonesia Tetap Relatif Terjaga

Ketahanan fundamental ekonomi Indonesia tercermin dari sejumlah proyeksi lembaga internasional.

Dalam laporan World Economic Outlook edisi Juli 2026, IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level 5 persen untuk tahun 2026. Proyeksi tersebut tetap dipertahankan ketika pertumbuhan kelompok negara berkembang di kawasan Asia direvisi dari 5,1 persen menjadi 5 persen.

Sementara itu, Asian Development Bank atau ADB dalam laporan edisi Juli 2026 mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level 5,2 persen. Di sisi lain, rata-rata proyeksi pertumbuhan negara berkembang di kawasan Asia Tenggara diturunkan dari 4,7 persen menjadi 4,6 persen.

Ferry Irawan menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap memiliki ketahanan yang kuat meskipun lingkungan ekonomi global bergerak dinamis.

Ketahanan tersebut juga didukung oleh status layak investasi Indonesia yang terus dipertahankan oleh lembaga pemeringkat kredit internasional utama. S&P Global Ratings disebut kembali menegaskan peringkat Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil.

Future-Ready Governance Jadi Fondasi Kepercayaan

Tata kelola yang baik, menurut pemerintah, tidak semata-mata berkaitan dengan kepatuhan terhadap regulasi. Tata kelola juga menjadi fondasi kepercayaan yang menentukan kredibilitas kelembagaan, memberikan kepastian kepada pelaku usaha dan investor, serta memperkuat keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Konsep future-ready governance menekankan pentingnya kemampuan mengantisipasi risiko sebelum berkembang menjadi krisis.

Dalam pendekatan tersebut, pemerintah dan pemangku kepentingan dituntut mampu mengidentifikasi berbagai potensi risiko sejak dini, menyiapkan mitigasi, serta mengambil keputusan melalui kebijakan yang terkoordinasi dan kredibel.

Pendekatan ini menjadi semakin penting karena risiko ekonomi saat ini tidak berdiri sendiri. Perubahan geopolitik dapat memengaruhi pasar keuangan, gangguan rantai pasok dapat berdampak pada sektor industri, sementara perubahan teknologi dapat mengubah struktur ekonomi dalam waktu relatif cepat.

Reformasi Sektor Keuangan Terus Diperkuat

Pemerintah bersama otoritas keuangan terus memperkuat integritas dan kepercayaan pasar melalui kebijakan yang terkoordinasi.

Pendalaman pasar keuangan juga terus dilakukan untuk memperluas basis investor, meningkatkan likuiditas, dan memperkuat kapasitas pembiayaan ekonomi nasional.

Reformasi sektor keuangan mencakup pengembangan Transaksi Mata Uang Lokal, penguatan ekosistem emas batangan nasional, digitalisasi layanan keuangan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta penguatan pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.

Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem keuangan yang lebih kuat dan adaptif sekaligus memperluas akses masyarakat serta dunia usaha terhadap sumber pembiayaan.

Transformasi Digital dan Ekonomi Hijau Jadi Mesin Pertumbuhan

Di sektor riil, pemerintah juga terus memperkuat tata kelola sumber daya alam melalui berbagai kebijakan, termasuk revisi kebijakan devisa hasil ekspor.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan transparansi sekaligus memastikan nilai tambah sumber daya nasional dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi perekonomian.

Ke depan, pemerintah melihat transformasi digital, ekonomi hijau, dan kecerdasan buatan sebagai sektor yang berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru.

Namun, pengembangan sektor-sektor tersebut membutuhkan tata kelola yang adaptif. Regulasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi, kepastian hukum, perlindungan data, dan pengelolaan risiko menjadi bagian penting dalam memastikan inovasi dapat berkembang secara sehat.

Indonesia Perkuat Posisi di Forum Ekonomi Internasional

Indonesia juga terus memperkuat kerja sama ekonomi internasional melalui berbagai forum, antara lain OECD, BRICS, ASEAN, IPEF, dan berbagai platform global lainnya.

Keterlibatan dalam forum internasional tersebut membuka peluang untuk memperluas kerja sama perdagangan, menarik investasi, meningkatkan akses pasar, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Dalam konteks tersebut, tata kelola yang kuat menjadi salah satu faktor utama untuk membangun kepercayaan mitra internasional dan investor.

Konsistensi kebijakan, transparansi, kepastian hukum, serta koordinasi antarlembaga menjadi modal penting untuk memastikan peluang kerja sama ekonomi dapat dikonversi menjadi manfaat nyata bagi perekonomian nasional.

Risk and Governance Summit 2026 Perkuat Komitmen Tata Kelola

Risk and Governance Summit 2026 mengusung tema “Future-Ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity”.

Forum tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri, serta profesional di bidang tata kelola untuk membahas berbagai tantangan dan peluang dalam membangun sistem ekonomi yang lebih tangguh.

Pertemuan ini menegaskan bahwa tata kelola yang kuat bukan hanya diperlukan untuk menghadapi krisis, tetapi juga untuk menciptakan fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Tata kelola yang kredibel dapat memperkuat kepercayaan masyarakat, meningkatkan kepastian bagi dunia usaha, dan memberikan rasa aman bagi investor dalam menanamkan modal di Indonesia.

Ke depan, future-ready governance akan menjadi salah satu faktor penting bagi Indonesia dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen sebagaimana dicanangkan Presiden.

Dengan koordinasi antarlembaga yang kuat, konsistensi implementasi kebijakan, reformasi sektor keuangan, penguatan sektor riil, serta pemanfaatan peluang dari transformasi digital dan ekonomi hijau, Indonesia memiliki peluang untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Di tengah dinamika global yang terus berubah, tata kelola yang mampu membaca risiko, beradaptasi terhadap perubahan, dan menjaga kepercayaan menjadi fondasi penting bagi Indonesia untuk tumbuh lebih kuat serta mewujudkan kemakmuran ekonomi jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *