Iran Bantah Akan Gelar Pertemuan Langsung dengan AS di Doha, Tegaskan Delegasi Hanya Bahas Implementasi MoU

0
IMG-20260701-WA0051(1)

RAKYAT BERDAULAT – Iran membantah laporan yang menyebut akan menggelar pertemuan langsung dengan Amerika Serikat di Doha, Qatar. Pernyataan tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran sebagai respons atas klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan bahwa kedua negara akan bertemu pada Rabu (1/7/2026).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa delegasi Iran yang berada di Doha hanya menjalankan agenda konsultasi teknis dan tidak memiliki jadwal perundingan ataupun negosiasi dengan perwakilan Amerika Serikat.

“Kunjungan delegasi kami ke Qatar sama sekali tidak berkaitan dengan pihak Amerika. Tidak ada pembicaraan atau pertemuan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan pada tingkat apa pun dalam beberapa hari mendatang,” tegas Baghaei.

Senada dengan itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa tidak ada pertemuan teknis kelompok kerja yang dijadwalkan berlangsung pada pekan tersebut.

Menurut pemerintah Iran, kehadiran delegasi teknis di Doha bertujuan melakukan konsultasi terkait implementasi nota kesepahaman (MoU) yang disepakati pada 17 Juni 2026. Pembahasan difokuskan pada mekanisme pelaksanaan kesepakatan, termasuk pemantauan pembebasan aset Iran yang dibekukan serta pelaksanaan kewajiban yang tercantum dalam MoU.

Baghaei juga menegaskan bahwa proses menuju perundingan untuk kesepakatan final belum dimulai sehingga belum ada agenda negosiasi langsung dengan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa Iran telah meminta pertemuan yang akan berlangsung di Doha. Gedung Putih kemudian mengonfirmasi bahwa Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner akan berada di Qatar untuk agenda yang disebut sebagai pertemuan tingkat tinggi.

Namun, pemerintah Qatar melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Majed Al Ansari, menjelaskan bahwa kehadiran delegasi Amerika Serikat di Doha adalah untuk melakukan koordinasi dengan mediator Qatar dan bukan untuk bertemu langsung dengan pejabat Iran.

Perbedaan pernyataan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa proses diplomasi terkait hubungan Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung dinamis. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai dimulainya perundingan langsung antara kedua negara, sementara implementasi nota kesepahaman yang telah disepakati masih terus menjadi fokus pembahasan di tingkat teknis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *