Indonesia dan Maroko Perkuat Kemitraan Investasi, Fokus Industri Hijau dan Ekosistem Kendaraan Listrik
JAKARTA, 17 Agustus 2026 — Indonesia dan Maroko membahas peluang memperkuat kemitraan bilateral di bidang investasi dan industri dalam pertemuan di Gedung Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Senin (11/8/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung antara jajaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dengan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, H.E. Redouane Houssaini, beserta delegasi.
Pembahasan diarahkan pada peluang peningkatan kerja sama ekonomi di berbagai sektor strategis, khususnya pengembangan industri hijau dan ekosistem kendaraan listrik.
Kerja sama tersebut dinilai memiliki peluang strategis bagi kedua negara seiring meningkatnya kebutuhan terhadap investasi berkelanjutan dan pengembangan industri yang mendukung transisi energi.
Dalam pertemuan tersebut, Maroko dipandang memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk bagi Indonesia menuju pasar Afrika Utara dan kawasan Mediterania.
Di sisi lain, Indonesia memiliki pasar domestik yang besar serta kekuatan industri dan sektor hilirisasi yang dapat menjadi modal dalam memperluas kerja sama ekonomi dengan Maroko.
Penguatan hubungan investasi kedua negara diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan dan investasi, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi, pengembangan rantai pasok, serta penciptaan lapangan kerja.
Sektor kendaraan listrik menjadi salah satu bidang yang memiliki potensi kerja sama, terutama dengan berkembangnya industri baterai, kendaraan listrik, komponen, serta infrastruktur pendukung di Indonesia.
Industri hijau juga menjadi perhatian seiring meningkatnya tuntutan global terhadap pembangunan rendah karbon dan investasi yang memperhatikan aspek lingkungan.
Kerja sama Indonesia-Maroko tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kemitraan ekonomi yang lebih luas dan memberikan manfaat bagi kedua negara.
Pertemuan ini sekaligus menunjukkan upaya Indonesia memperluas jaringan investasi internasional dengan memanfaatkan posisi strategis negara mitra sebagai akses menuju pasar regional.
Dengan potensi pasar Indonesia dan posisi geografis Maroko di kawasan Afrika Utara dan Mediterania, kedua negara memiliki peluang untuk memperkuat hubungan ekonomi melalui investasi, industri hijau, hilirisasi, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Lokasi: Gedung Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta. Senin, 11 Agustus 2026.
