Coffee Morning Atase Pertahanan di Kemhan Perkuat Diplomasi dan Kerja Sama Strategis Internasional
RAKYAT BERDAULAT – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) menggelar kegiatan coffee morning bersama para Atase Pertahanan dari negara-negara sahabat di Gedung Urip Sumoharjo, Jakarta, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Direktur Jenderal Strategi Pertahanan (Dirjen Strahan) Kemhan, Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo, M.Sc., sebagai bagian dari upaya memperkuat diplomasi pertahanan dan komunikasi strategis di tengah dinamika keamanan global.
Dalam suasana penuh keakraban, forum tersebut menjadi wadah untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus meningkatkan koordinasi antara Indonesia dan negara-negara mitra di bidang pertahanan.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo menyampaikan apresiasi atas kontribusi para Atase Pertahanan dalam memperkuat hubungan kerja sama pertahanan Indonesia dengan berbagai negara sahabat.
Ia menegaskan bahwa dialog, komunikasi terbuka, dan kepercayaan merupakan fondasi utama dalam membangun kerja sama pertahanan yang berkelanjutan serta menghadapi tantangan keamanan regional maupun global.
“Melalui komunikasi yang intensif dan saling percaya, kita dapat memperkuat stabilitas kawasan serta membangun kerja sama yang memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujar Bagus.
Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai peluang penguatan kerja sama, mulai dari pertukaran informasi strategis, pendidikan dan pelatihan militer, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengembangan dialog pertahanan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri para pejabat di lingkungan Ditjen Strategi Pertahanan, Ditjen Potensi Pertahanan, Ditjen Kekuatan Pertahanan, serta perwakilan Universitas Pertahanan Indonesia.
Coffee morning bersama Atase Pertahanan merupakan bagian dari agenda diplomasi pertahanan yang secara rutin dilaksanakan Kementerian Pertahanan guna memperkuat hubungan dengan negara-negara mitra sekaligus membangun kepercayaan di tengah perkembangan lingkungan strategis internasional.
Sebelumnya, Kemhan juga telah menggelar berbagai kegiatan diplomasi pertahanan, termasuk Defence Attaché Tour yang melibatkan puluhan Atase Pertahanan dari berbagai negara untuk memperkenalkan potensi strategis Indonesia di sektor pertahanan dan industri maritim.
Melalui forum seperti ini, pemerintah berharap hubungan pertahanan Indonesia dengan negara-negara sahabat semakin erat, membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk peningkatan kapasitas personel, pertukaran pengetahuan, pengembangan teknologi pertahanan, serta penguatan stabilitas kawasan.
Kemhan menilai diplomasi pertahanan merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis yang aktif dalam menciptakan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di tingkat regional maupun global.
