Presiden Prabowo Tutup Sarasehan KSTI 2026, Tegaskan Penguasaan Sains dan Teknologi Jadi Kunci Indonesia Maju

0
IMG-20260629-WA0105

RAKYAT BERDAULAT – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6/2026). Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa masa depan Indonesia sebagai negara maju hanya dapat diwujudkan melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, peneliti, dan pelaku industri dalam menguasai sains dan teknologi.

Sarasehan KSTI 2026 menjadi forum strategis nasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pembangunan ilmu pengetahuan, inovasi, dan industri nasional. Selama dua hari penyelenggaraan, peserta membahas berbagai isu penting mulai dari hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, hingga penguatan ekosistem riset nasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh terus bergantung pada teknologi asing. Menurutnya, bangsa Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi pencipta inovasi yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kita tidak bisa terus menjadi konsumen teknologi. Kita harus menjadi produsen dan pencipta. Hal itu membutuhkan investasi yang kuat pada riset, inovasi, serta kerja sama lintas sektor,” tegas Presiden.

Presiden juga menyoroti besarnya potensi sumber daya manusia Indonesia yang tersebar di berbagai bidang, mulai dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, hingga sektor industri. Potensi tersebut, menurutnya, hanya akan menghasilkan lompatan kemajuan apabila seluruh elemen bangsa mampu membangun kolaborasi yang solid.

Selain membahas arah pembangunan sains dan teknologi, Sarasehan KSTI 2026 juga menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis. Salah satunya adalah pembentukan konsorsium riset nasional yang melibatkan perguruan tinggi, kementerian, lembaga penelitian, serta sektor industri untuk mempercepat pengembangan baterai kendaraan listrik, energi baru terbarukan, dan hilirisasi mineral strategis Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa investasi pada pendidikan, penelitian, dan inovasi merupakan fondasi utama menuju kemandirian bangsa. Negara-negara maju, kata Presiden, berhasil mencapai kemajuan karena memiliki komitmen jangka panjang dalam membangun ekosistem ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kita harus berani bermimpi besar, tetapi mimpi besar harus diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, inovasi, dan gotong royong,” ujarnya.

Di penghujung acara, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah memberikan berbagai gagasan dan rekomendasi bagi pembangunan nasional. Ia berharap hasil Sarasehan KSTI tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan menjadi dasar lahirnya kebijakan yang mampu mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Presiden kemudian secara resmi menutup Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 dengan pemukulan gong sebagai simbol komitmen bersama membangun Indonesia yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing global.

Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan gotong royong, pemerintah optimistis Indonesia mampu menjadi salah satu kekuatan sains, teknologi, dan industri dunia dalam beberapa dekade mendatang, sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *