Diskon Transportasi Libur Sekolah 2026 Resmi Berlaku, DPR Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah Bergeliat
RAKYAT BERDAULAT – Pemerintah resmi menjalankan program diskon transportasi selama libur sekolah 2026 sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi nasional untuk mendorong konsumsi masyarakat, meningkatkan mobilitas, serta menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Program yang mulai berlaku sejak 20 Juni 2026 tersebut mencakup berbagai moda transportasi dengan total anggaran sekitar Rp663,26 miliar khusus untuk periode libur sekolah.
Masyarakat dapat menikmati potongan harga tiket kereta api kelas ekonomi sebesar 30 persen hingga 5 Juli 2026. Program ini berlaku untuk 150 perjalanan kereta reguler dan 26 perjalanan kereta tambahan yang melayani berbagai rute di Pulau Jawa dan Sumatra Utara.
Selain itu, pemerintah juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen bagi penumpang kapal PT Pelni untuk perjalanan pada periode 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.
Bagi pengguna jasa penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry, pemerintah memberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan di sejumlah pelabuhan dan lintasan penyeberangan tertentu hingga 5 Juli 2026 guna membantu menekan biaya perjalanan masyarakat.
Di sektor transportasi udara, pemerintah memberikan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian tiket pesawat domestik kelas ekonomi. Selain itu, tersedia pula potongan biaya pelayanan penumpang di bandara (Passenger Service Charge) serta sejumlah insentif operasional penerbangan.
Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan paket stimulus transportasi hingga sekitar Rp2,04 triliun untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah hingga Natal dan Tahun Baru 2026/2027.
Program tersebut ditargetkan memberikan manfaat bagi sekitar 4,4 juta penumpang serta lebih dari 377 ribu kendaraan yang menggunakan layanan transportasi nasional selama masa liburan.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, mengapresiasi kebijakan tersebut karena dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Menurutnya, biaya perjalanan yang lebih terjangkau akan meningkatkan mobilitas masyarakat sehingga berdampak positif terhadap sektor pariwisata, perdagangan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta berbagai aktivitas ekonomi lokal.
DPR juga berharap program stimulus transportasi ini mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui peningkatan kunjungan wisata dan aktivitas perdagangan antardaerah.
Pemerintah mengimbau masyarakat memanfaatkan berbagai program diskon tersebut secara optimal selama masa libur sekolah. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, diharapkan roda perekonomian daerah semakin bergerak, sektor pariwisata tumbuh lebih kuat, serta kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.
