Kepala Staf Kepresidenan Takziah ke Rumah Duka Peserta SPPI di Sumedang, Tegaskan Negara Hadir untuk Keluarga
RAKYAT BERDAULAT – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman melakukan kunjungan takziah ke rumah duka almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan di Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (30/6/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk empati dan kehadiran negara kepada keluarga almarhum yang meninggal dunia saat mengikuti Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
Dalam kesempatan itu, Dudung Abdurachman menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga atas wafatnya Muhammad Rifki Renaldi Gunawan.
“Atas nama negara, kami hadir untuk menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga keluarga diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” ujar Dudung.
Ia juga menyampaikan bahwa almarhum merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang sedang mempersiapkan diri untuk mengabdi kepada masyarakat melalui program pembangunan nasional berbasis pemberdayaan koperasi.
Selain menyampaikan duka cita secara langsung, Kepala Staf Kepresidenan juga menyerahkan bantuan santunan kepada keluarga sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril dari pemerintah. Bantuan serupa sebelumnya juga telah diberikan oleh unsur pemerintah dan TNI kepada keluarga korban.
Program SPPI merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang akan berperan dalam penguatan Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih di berbagai daerah.
Seiring adanya sejumlah insiden selama pelaksanaan pendidikan, pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode pelatihan. Kementerian Pertahanan kemudian melakukan penyesuaian dengan mengubah konsep Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.
Melalui perubahan tersebut, materi pelatihan lebih difokuskan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, wawasan kebangsaan, kemampuan manajerial, serta pengelolaan koperasi. Sejumlah materi yang bersifat teknis kemiliteran, termasuk latihan menembak dan aktivitas fisik berintensitas tinggi, juga disesuaikan.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan peserta menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan program. Evaluasi terus dilakukan agar proses pendidikan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, serta siap mendukung pembangunan ekonomi kerakyatan tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan peserta.
Kunjungan Dudung Abdurachman ke rumah duka menjadi simbol kepedulian pemerintah sekaligus komitmen negara untuk terus mendampingi keluarga peserta yang mengalami musibah, serta memastikan setiap perbaikan dalam Program SPPI memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus bangsa.
