Rizkan Al Mubarok Tegaskan Komitmen Bangun Pers Independen yang Berpihak pada Kepentingan Publik
JAMBI, 17 Agustus 2026 — Ketua Dewan Perwakilan Aliansi Wartawan Nasional Indonesia (AWNI) Sumatera Raya, Rizkan Al Mubarok, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan pers yang independen, kritis, dan berpihak pada kepentingan publik.
Menurut Rizkan, pers memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, insan pers harus tetap menjaga independensi serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam sejumlah pernyataan Rizkan sebelumnya terkait perlindungan terhadap wartawan dan kebebasan pers. Dalam pemberitaan KysaNews pada 2024, Rizkan yang saat itu disebut sebagai Ketua Dewan Perwakilan AWNI Sumatera Raya mendesak aparat penegak hukum mengusut secara transparan kasus kekerasan terhadap wartawan dan menekankan pentingnya hak masyarakat memperoleh informasi.
Rizkan menilai pers tidak boleh hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga harus mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan mengawasi jalannya pemerintahan.
“Pers harus tetap menjadi mata dan telinga masyarakat. Kita boleh memiliki pandangan yang berbeda, tetapi fakta, independensi, dan kepentingan publik harus tetap menjadi pijakan,” ujar Rizkan.
Ia juga mengingatkan agar kebebasan pers dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap mengedepankan verifikasi, keberimbangan, dan penghormatan terhadap hak setiap pihak untuk memberikan klarifikasi.
Dalam konteks pembangunan nasional, Rizkan menyatakan dirinya bersama AWNI Sumatera Raya akan terus mendorong komunikasi yang sehat antara masyarakat, pemerintah, dan insan pers.
Ia menilai pemerintah perlu mendapatkan pengawasan publik yang konstruktif agar kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Di sisi lain, kritik terhadap pemerintah juga harus disampaikan berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar kepentingan politik maupun kepentingan kelompok.
Rizkan mengatakan pers independen harus mampu berdiri di tengah kepentingan masyarakat dan menjalankan fungsi jurnalistik tanpa kehilangan keberanian untuk mengungkap persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
“Menjadi insan pers bukan soal mengejar popularitas. Yang paling penting adalah menjaga kepercayaan masyarakat melalui pemberitaan yang benar, berimbang, dan bertanggung jawab,” katanya.
Rizkan berharap semakin banyak insan pers di Indonesia memperkuat profesionalisme dan menjadikan kepentingan publik sebagai salah satu landasan utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media digital membuat tantangan dunia pers semakin besar. Arus informasi yang sangat cepat harus diimbangi dengan kemampuan melakukan verifikasi agar masyarakat tidak menjadi korban informasi palsu atau menyesatkan.
Karena itu, ia mengajak wartawan untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika jurnalistik, serta memperkuat solidaritas dalam melindungi kemerdekaan pers.
“Pers yang kuat adalah pers yang dipercaya masyarakat. Kepercayaan itu hanya bisa dibangun melalui integritas, keberanian, profesionalisme, dan konsistensi,” ujar Rizkan.
Dengan komitmen tersebut, Rizkan Al Mubarok ingin mendorong hadirnya pers yang dekat dengan masyarakat, berani menyuarakan persoalan di lapangan, sekaligus tetap menjunjung tinggi prinsip independensi dan tanggung jawab jurnalistik.
Catatan redaksi: Artikel ini menempatkan Rizkan Al Mubarok sebagai narasumber dan tokoh yang menyampaikan pandangan mengenai pers independen. Penyebutan sebagai tokoh pers merupakan deskripsi berdasarkan kiprah dan pernyataan yang tersedia, bukan klaim bahwa ia merupakan tokoh pers paling besar atau paling berpengaruh di Indonesia maupun dunia.
