AirAsia Teken Kontrak Airbus A321XLR Senilai US$12,25 Miliar, Target Angkut 150 Juta Penumpang per Tahun

0
IMG-20260713-WA0014(1)

PARIS – AirAsia menandatangani kontrak pembelian pesawat Airbus A321XLR senilai 12,25 miliar dolar Amerika Serikat sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat jaringan penerbangan berbiaya rendah di tingkat global.

Kesepakatan tersebut mencakup pembelian 50 unit Airbus A321XLR dengan opsi penambahan hingga 20 unit lagi. Seluruh pesawat dijadwalkan mulai dikirim secara bertahap pada periode 2028 hingga 2032.

Penandatanganan kontrak berlangsung di Paris dan disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Kesepakatan ditandatangani oleh CEO Capital A Tony Fernandes bersama CEO Airbus Commercial Aircraft Christian Scherer.

Tony Fernandes mengatakan investasi tersebut merupakan bagian dari transformasi AirAsia menjadi maskapai jaringan berbiaya rendah pertama di dunia yang mampu menghubungkan lebih banyak destinasi lintas kawasan melalui strategi multi-hub.

Menurutnya, armada Airbus A321XLR akan membuka peluang penerbangan baru yang menghubungkan kota-kota utama maupun kota sekunder di luar kawasan ASEAN dengan tetap mempertahankan tarif penerbangan yang terjangkau.

Airbus A321XLR akan melengkapi armada AirAsia yang saat ini didominasi keluarga Airbus A320 dan A330. Kehadiran pesawat generasi terbaru itu diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas jangkauan penerbangan jarak jauh.

Strategi multi-armada yang diterapkan AirAsia juga memungkinkan perusahaan menyesuaikan kapasitas sesuai permintaan pasar, meningkatkan produktivitas armada, serta memperkuat daya saing di industri penerbangan global.

Airbus A321XLR dikenal memiliki efisiensi bahan bakar yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Pesawat ini mampu mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon per kursi hingga sekitar 20 persen dibandingkan Airbus A321neo, sehingga mendukung target keberlanjutan perusahaan.

Melalui penambahan armada baru tersebut, AirAsia menargetkan mampu melayani hingga 150 juta penumpang setiap tahun pada 2030. Sejak berdiri, maskapai ini telah melayani lebih dari 1,5 miliar penumpang di berbagai negara.

Kesepakatan bernilai miliaran dolar tersebut menjadi salah satu langkah strategis terbesar AirAsia dalam memperkuat posisi sebagai maskapai berbiaya rendah dengan jaringan internasional yang lebih luas sekaligus mendukung pertumbuhan industri penerbangan di kawasan Asia dan pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *