Program Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka, Kuota Naik Jadi 150 Ribu Peserta, Uang Saku hingga Rp6 Juta per Bulan

0
IMG-20260629-WA0101

RAKYAT BERDAULAT – Pemerintah resmi membuka Program Magang Nasional Angkatan II Tahun 2026 dengan peningkatan kuota menjadi 150 ribu peserta, naik dari 100 ribu peserta pada tahun sebelumnya. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja, meningkatkan kompetensi lulusan baru, sekaligus menjembatani kebutuhan dunia industri dengan sumber daya manusia Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan perguruan tinggi dan sekolah vokasi. Program ini juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas tenaga kerja nasional agar semakin kompetitif menghadapi tantangan dunia kerja.

Pada pelaksanaan tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4,2 triliun guna mendukung pelaksanaan program magang di berbagai perusahaan swasta, BUMN, hingga instansi pemerintah di seluruh Indonesia.

Peserta yang lolos seleksi akan menjalani program magang selama enam bulan dengan didampingi mentor profesional di perusahaan tempat mereka bertugas. Selain memperoleh pengalaman kerja secara langsung, peserta juga menerima uang saku sebesar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah penempatan.

Tidak hanya itu, seluruh peserta juga memperoleh perlindungan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan rasa aman selama mengikuti program.

Program Magang Nasional 2026 juga memberikan perhatian terhadap kelompok penyandang disabilitas dengan membuka kesempatan yang lebih luas agar dapat berpartisipasi dalam dunia kerja secara setara. Setelah menyelesaikan masa magang, peserta akan mengikuti sertifikasi kompetensi guna meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

Evaluasi pelaksanaan Program Magang Nasional tahun 2025 menunjukkan hasil yang sangat positif. Dari survei terhadap 65.245 peserta dan 7.217 perusahaan, sebanyak 84,26 persen peserta menyatakan puas terhadap program tersebut.

Sementara dari sisi perusahaan, 34,92 persen menyatakan sangat puas terhadap kinerja peserta magang dan 49,21 persen menyatakan cukup puas. Bahkan, 36,52 persen peserta mengaku uang saku yang diterima mampu membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.

Capaian paling signifikan terlihat pada tingkat penyerapan tenaga kerja. Sebanyak 30 persen peserta magang tahun 2025 langsung diterima bekerja sebagai karyawan tetap setelah program berakhir. Dari jumlah tersebut, 17,11 persen diterima bekerja di perusahaan tempat magang, sedangkan 12,58 persen memperoleh pekerjaan di perusahaan lain.

Pemerintah menjadwalkan pendaftaran batch pertama Program Magang Nasional 2026 dibuka pada 15–28 Juli 2026 melalui platform MagangHub. Seleksi peserta berlangsung pada 29 Juli hingga 5 Agustus, pengumuman hasil seleksi dilakukan pada 7 Agustus, dan kegiatan magang dimulai pada 10 Agustus 2026.

Melalui peningkatan kuota, anggaran, serta kualitas pendampingan, Program Magang Nasional diharapkan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kompetensi generasi muda sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan industri dinilai menjadi kunci keberhasilan program ini dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *