Sebelum HUT RI ke-81, Dua Hercules TNI Mendarat di Flores Bawa 4.925 Paket Sembako untuk Korban Gempa
MAUMERE — Pemerintah bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Sehari setelah gempa, dua pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara diterbangkan untuk membawa bantuan logistik bagi para penyintas. Pengiriman tahap pertama tersebut mencapai 4.925 paket sembako.
Pesawat Hercules A-1343 milik TNI AU mendarat di Bandara Frans Seda, Maumere, Kabupaten Sikka, pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Pesawat tersebut membawa 1.725 paket sembako bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat terdampak gempa.
Setibanya di landasan, personel TNI dari Kodim 1603/Sikka langsung melakukan proses bongkar muat. Logistik kemudian dipersiapkan untuk segera disalurkan kepada masyarakat sesuai hasil pendataan dan kebutuhan di lapangan.
Dari total 1.725 paket sembako yang tiba di Maumere, sebanyak 1.000 paket dialokasikan untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka. Sementara 725 paket lainnya diperuntukkan bagi masyarakat terdampak di Kabupaten Ende.
Sebelumnya, pada Sabtu malam, pesawat Hercules A-1318 juga telah mengangkut 3.200 paket sembako. Pesawat tersebut mendarat di Labuan Bajo untuk selanjutnya mendukung distribusi bantuan ke lima wilayah terdampak lainnya, yakni Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo.
Dengan demikian, total bantuan yang dikirim melalui dua armada Hercules pada tahap awal mencapai 4.925 paket sembako.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah menyalurkan sebanyak 50.000 paket sembako bagi masyarakat terdampak bencana di NTT. Sebanyak 45.075 paket lainnya akan dikirimkan secara bertahap menyesuaikan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jalur udara menjadi salah satu strategi penting untuk mempercepat pengiriman bantuan ke wilayah terdampak.
Kondisi geografis Flores serta sejumlah akses darat yang terdampak bencana membuat distribusi melalui udara menjadi penting untuk memastikan bantuan dapat segera menjangkau lokasi pengungsian.
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, dan berbagai instansi terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan distribusi bantuan sesuai dengan hasil asesmen kebutuhan di masing-masing wilayah.
Di tengah proses penyaluran bantuan, data korban gempa juga terus diperbarui. Hingga Minggu (16/8/2026), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dilaporkan mencapai 51 orang, meningkat dari data sementara sebelumnya sebanyak 47 orang.
Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan bangunan dan infrastruktur di sejumlah wilayah Flores. Proses penanganan darurat masih berlangsung, termasuk pencarian dan evakuasi korban, pendataan kerusakan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat yang mengungsi.
Pengiriman ribuan paket sembako melalui dua pesawat Hercules tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan bencana di NTT.
Pemerintah, TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan berbagai unsur terkait masih menghadapi tantangan besar untuk memastikan bantuan dapat menjangkau seluruh masyarakat terdampak.
Di tengah situasi darurat tersebut, masyarakat di berbagai wilayah Flores masih membutuhkan bantuan pangan, pelayanan kesehatan, tempat tinggal sementara, serta kepastian bahwa penanganan bencana terus dilakukan hingga kondisi berangsur pulih.
