Dari Penonton Menjadi Bintang: Empat Tahun yang Mengubah Perjalanan Erling Haaland di Panggung Piala Dunia
JAKARTA – Empat tahun lalu, Erling Haaland menjadi simbol pemain kelas dunia yang harus menyaksikan Piala Dunia dari kejauhan. Kini, penyerang andalan Norwegia itu berdiri sebagai salah satu tokoh utama di panggung sepak bola terbesar dunia.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Norwegia gagal lolos ke putaran final. Di saat para pemain Manchester City membela negara masing-masing, Haaland tetap berada di fasilitas latihan klub. Sebuah video yang memperlihatkan dirinya berjalan sendirian di kompleks latihan Manchester City sempat viral dan menjadi gambaran pahit absennya salah satu striker terbaik dunia dari turnamen terbesar sepak bola.
Empat tahun berselang, situasinya berubah drastis. Norwegia berhasil mengakhiri penantian panjang dengan kembali tampil di Piala Dunia 2026, sekaligus menandai penampilan pertama mereka di ajang tersebut sejak 1998.
Haaland menjadi motor utama kebangkitan negaranya. Ketajamannya membawa Norwegia melangkah hingga babak perempat final setelah menyingkirkan Brasil pada fase 16 besar. Kini, Norwegia hanya berjarak satu kemenangan untuk mengamankan tempat di semifinal Piala Dunia.
Laga berikutnya menghadirkan cerita yang menarik. Norwegia dijadwalkan menghadapi Inggris dalam pertandingan perempat final. Duel tersebut memiliki makna tersendiri bagi Haaland yang lahir di Leeds, Inggris, sebelum memilih membela tanah kelahiran orang tuanya, Norwegia, di level internasional.
Pertemuan itu juga menjadi sorotan karena Haaland telah berkembang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Liga Inggris bersama Manchester City. Pengalaman panjangnya di Premier League membuat sebagian besar pemain Inggris sudah sangat mengenal karakter permainannya, sementara Haaland juga memahami kualitas lawan yang akan dihadapinya.
Transformasi perjalanan Haaland dari seorang penonton pada 2022 menjadi aktor utama di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kisah paling inspiratif dalam turnamen kali ini. Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana kegagalan tidak selalu menjadi akhir, melainkan dapat menjadi awal dari pencapaian yang lebih besar melalui kerja keras, konsistensi, dan kesempatan yang datang di waktu yang tepat.
