Purbaya Blak-blakan di Podcast: Tak Berani Bohong kepada Presiden Prabowo karena Ingat Semua Data

0
1783131985285

RAKYAT BERDAULAT – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap alasan mengapa dirinya memilih selalu menyampaikan data apa adanya kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden memiliki kemampuan mengingat angka dan detail yang sangat kuat sehingga para menteri tidak bisa sembarangan menyampaikan informasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menjadi bintang tamu dalam podcast yang dipandu Denny Sumargo dan tayang pada Kamis (2/7/2026).

Dalam perbincangan tersebut, Purbaya mengaku tidak lagi berani menutupi kondisi sebenarnya ketika memberikan laporan kepada Presiden.

“Presiden itu pintar banget, ingat angka-angka yang kita sebutkan. Jadi habis itu saya enggak berani bohong. Kalau jelek kita ngomong aja, biar dia ambil keputusan. Dia orang pintar,” ujar Purbaya.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya dalam sebuah rapat kabinet ketika seorang menteri meminta waktu untuk melakukan studi kelayakan. Presiden Prabowo, menurut Purbaya, langsung menanggapi bahwa proses tersebut tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat. Dari pengalaman itu, Purbaya menilai Presiden memiliki perhatian tinggi terhadap detail dan memahami proses pengambilan kebijakan secara menyeluruh.

Percakapan kemudian berlanjut ketika Denny Sumargo menyinggung kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) yang sempat menjadi perhatian publik.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Purbaya memberikan jawaban singkat.

“Bukan dikibulin, dia hatinya baik.”

Jawaban itu memunculkan beragam penafsiran di ruang publik. Sebagian melihatnya sebagai bentuk penghargaan terhadap karakter pribadi Presiden, sementara yang lain menilai bahwa kebaikan seorang pemimpin tetap membutuhkan sistem pengawasan yang kuat agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menyalahgunakan kepercayaan.

Kasus yang disinggung dalam podcast berkaitan dengan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang saat ini sedang diproses oleh aparat penegak hukum. Proses hukum tersebut masih berjalan dan seluruh pihak yang terlibat tetap memiliki hak untuk memperoleh proses peradilan yang adil sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Purbaya Yudhi Sadewa sendiri merupakan ekonom yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Ia kemudian dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025.

Pernyataan terbuka Purbaya dalam podcast tersebut menjadi perhatian publik karena memberikan gambaran mengenai dinamika komunikasi antara Presiden dan para pembantunya di kabinet, sekaligus menegaskan pentingnya penyampaian data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *